Showing posts with label daily food. Show all posts
Showing posts with label daily food. Show all posts

Bitterballen


beberapa kali coba buat bitterballen pake resep2 yang beredar, seringkali gagal. seringnya sih adonan terlalu lembek atau meletus pas digoreng. atau rasa ayam/ dagingnya nanggung.

kemarin akhirnya nyoba bikin pake resep ngasal, asal cemplung bahan yg ada di rumah. Ajaibnya malah jadi dan sesuai yg diharapkan. Ngga meletus pas digoreng, gurihnya pas dan rasanya ngga nanggung.
Kali ini pake ayam giling. Lain kali mau coba pake daging giling atau tuna, kayaknya bakalan lebih gurih ;)

BITTERBALLEN
by ika

butter untuk menumis
2 siung bawang putih cincang
1 siung bawang bombay, cincang
200 gr ayam giling ---> bisa diganti daging giling / tuna
50 gr jamur kalengan, cincang ---> dan/atau wortel cincang
1 sdm oregano
1 sdm mustard
garam dan merica secukupnya

Ragout:
2 sdm butter
50 gr terigu
200 gr susu evaporated/ krim
100 gr keju cheddar parut

pencelup: 2 putih telur dicampur dengan 1 sdm maizena yg sudah dilarutkan dengan sedikit air
pelapis: tepung panir kasar

* tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum, masukkan ayam giling. aduk2 hingga matang. masukkan jamur, aduk rata. asukkan bumbu2, aduk rata. sisihkan

*lelehkan 2 sdm butter, masukkan terigu, aduk cepat. masukkan bahan tumisan, aduk rata. masukkan keju dan susu evaporated, aduk rata. cicipi rasanya, sesuaikan dg selera. diamkan 30 menit.

*bulat2kan adonan ragout (besarnya sesuaikan selera). masukkan ke bahan pencelup, gulingkan di tepung panir kasar.

*diamkan 30 menit dalam kulkas supaya paniran lebih menempel

* goreng dalam minyak banyak hingga kuning kecoklatan.

Cwie Mie



Mencoba motret makanan berkuah. Tapi ternyata hasilnya jauuuuhhh dari memuaskan, masih harus banyak latihan kayaknya:))
Oya, kalo disini aku suka mampir ke kedai cwie mie di belakang hotel Horison Bandung. Kedainya kecil, tapi enak banget. kayaknya semua homemade. Bakso, mie, kulit pangsit, acar sampai saus sambalnya juga kayaknya racikan sendiri. Recomended banget deh kalo pas lagi pengen jalan2 jauh keluar dari leuweung.
Anyway, yg aku buat ini resepnya dapet dari milis NCC, dengan beberapa penyesuaian supaya mirip sama kedai cwie mie favoritku ituh.

Cwie Mie Malang
=============
Source : Femina, Posted by Dewi Anwar

Bahan :

1 sdm Minyak Wijen
2 siung bawang putih, parut
1/2 sdt jahe parut
100 gr dada ayam tanpa tulang, cincang halus
1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
200 gr mie, rebus, tiriskan
150 gr caisim, bersihkan potong2 pendek, rebus ½ matang, tiriskan

Kuah :

1 sdm minyak wijen
2 siung bawang putih, parut
1/4 sdt jahe parut
500 ml kaldu sapi
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica
**me: pakai bakso sapi homemade

Pelengkap :

6 lembar kulit pangsit, goreng tiriskan
6 lembar kulit pangsit isi, siap pakai --- ngga pakai
3 sdm bawang goreng
2 sdm daun bawang/seledri cincang halus
6 sdm acar ketimun --- me: bikin pakai resep yg aku pernah baca dari salah satu edisi lama Majalah Santap. tapi majalahnya masih keselip :p

Cara Membuat :

1. Panaskan minyak wijen, tumis bawang putih dan jahe parut hingga harum. Masukan dada ayam cincang, masak hingga berubah warna. Tambahkan garam dan merica. Aduk rata, angkat.
2. Masukan kedlm food processor, proses hingga ayam berbutir halus, keluarkan. Sisihkan.
3. Kuah : Panaskan minyak wijen, tumis bawang putih dan jahe parut hingga harum. Tuangi kaldu, bubuhi garam dan merica, aduk rata. Didihkan, angkat.
4. Penyajian : atur mi dan sawi dalam mangkuk saji, tambahkan 1 sdm ayam. Sajikan panas bersama kuah dan bahan pelengkap.


Untuk : 6 Porsi

LBT#2: Makaroni Panggang



Ikutan Grup Let's Bake Together di facebook. Tiap bulan dikasih tantangan baking dengan tema tertentu. Dan aku baru ikutan gabung di tantangan bulan kedua ini. Tema bulan ini: Makaroni Panggang. Dan ini yang aku bikin buat tantangan bulan ini.

Resep ini hasil ngacak2 makaroni schotel mbak fatmah yg beredar di milis NCC (resep aslinya tanya mbah gugel aja ya.. udah banyak yg posting resep aslinya kok...) karena seperti biasa, suka gatel kalo ngga ngacak2 resep, hehe

MAKARONI PANGGANG

Bahan :
tumisan daging:
1 sdm margarin untuk menumis
1 siung kecil bawang bombay, iris
2 siung bawang putih, iris
100gr daging cincang tanpa lemak
1/2 sdt merica hitam
garam, gula secukupnya

2 sdm margarin
2 siung bawang putih, cincang
1 siung bawang bombay, iris tipis.
150 gr wortel, iris tipis --- pake wortel import warnanya lebih bagus
300 ml kaldu ayam
3 buah tomat yang merah, rebus sebentar, tiriskan, buang bijinya, blender --- bisa diganti 1 sdm pasta tomat
1 sdm minyak goreng
150 gr makaroni
4 btr telur
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 sdt oregano
200 ml susu cair--- pake susu evaporated/krim lebih enak
100 gr smoked beef, iris tipis --- bisa juga pake sosis
50 gr keju parmesan --- bisa diganti keju cheddar, takaran 2x lipat

saus bechamel:
50 gr butter
50 gr terigu
500ml susu cair --- pake ul**a paling enak
25 gr keju parmesan
garam secukupnya

keju mozarella untuk taburan

Cara membuat :
tumisan daging: panaskan margarin, tumis bawang putih & bawang bombay sampai harum. masukkan daging giling, tumis sampai berubah warna. masukkan merica, garam, gula secukupnya. sisihkan

Didihkan air dalam panci, beri 2 sdm minyak goreng, masukkan makaroni, masak hingga empuk, tiriskan.

Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum, masukkan wortel, tuangi kaldu, masak hingga wortel empuk, angkat dinginkan sebentar, blender hingga halus. Tuang lagi kepanci, beri pasta tomat, merica, pala, oregano, garam. aduk rata. masukkan tumisan daging, smoked beef, makaroni, keju, susu, aduk rata. --- cicipi dulu rasanya, sesuaikan selera.

Kocok telur asal rata, masukkan kedalam adonan makaroni, aduk rata banget. Tuang dalam loyang ratakan. Panggang dalam oven, 1 jam.angkat.

sementara itu buat saus bechamel: lelehkan butter, masukkan terigu, aduk sampai berbutir2. tuang susu bertahap, aduk sampai licin (saya pake whisk supaya ngga menggumpal, aduk cepat). masukkan keju, merica, garam, aduk rata.

tuang ke atas makaroni yg sudah dipanggang. taburi keju mozarella. panggang sampai agak kecoklatan.

sambel goreng cirebon




masakan Idul Adha kemaren yang telatttt banget postingnya, hehehe

Kalo di Cirebon, daerah asal sayah, sambel goreng itu ada 2 macem. Ada yang cuma cabe diiris2, digoreng dengan bumbu2 minimalis. Ini biasanya pasti ada di warung2 sega jamblang, dimakan sebagai pelengkap yang khas banget.
Ada juga sambel goreng yang kayak biasa, pake daging sapi, tapi yang khasnya kalo di Cirebon itu mesti pake irisan cabe yang digoreng. Sambel goreng ini ngga pernah absen kalo di acara2 hajatan.
Nah tapi kali ini sayah posting resep sambel goreng cirebon ala sayah. Pake daging tapi bumbunya minimalis ala sambel goreng buat nasi jamblang. Dan ga pake santan tapi air kaldu daging ajah. (Sebenernya ini proyek ngabisin daging dan males masak ribet karena swamih lagi tugas keluar pas Idul Adha. Toh yang makan cuma sayah dan asisten doang, huehehe)

Sambel Goreng Cirebon
ala sayah :p

Bahan:
500 gr daging sapi, rebus, potong dadu. pisahkan dengan kaldunya
200 ml kaldu daging
500 gr cabe merah besar, buang bijinya, iris2 *biasanya kalo di Cirebon sih di pastrad ada yang jual udah diiris2.
4 siung bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
3 sdm cabe merah giling *biasanya ada di pastrad. Malas ngulek sendiri, heheh
salam, sereh, lengkuas sesuai selera
garam, gula sesuai selera juga

cara:
1. Cabe merah iris, disiram dengan air panas sampai agak layu.Tiriskan. Goreng dalam minyak agak banyak. Sisihkan.
2. Tumis bawang merah dan bawang putih (pakai 1 sdm minyak bekas goreng cabe) hingga harum. Masukkan cabe merah giling, salam, sereh, lengkuas, tumis sampai harum.
3. Masukkan daging sapi, aduk rata. Masukkan kaldu sapi, gula, garam, masak hingga meresap dan air berkurang.
4. Kalau air sudah hampir habis, masukkan cabe merah iris. Aduk cepat. Angkat. sajikan dengan nasi panas dan bawang goreng.

Selamat mencoba^.^

buffalo chicken wings



Bagian ayam yang mana yang paling kamu suka?

Kalo sayah, paling sukaaaa banget sama sayap. Karena banyak tulangnya, makannya juga penuh perjuangan *alasan aneh. Walaupun kata orang2 tua jaman dulu, perempuan pantang makan sayap ayam. Entah kenapa...
Tapi sayangnya orang rumah kurang suka sayap ayam. Apalagi anak-anak. Alasan penolakannya ya karena susah makannya (Alasan yang justru bikin sayah cinta berat sama sayap ayam, hehe). Jadilah tiap masak resep2 yang bahan utamanya sayap ayam, sayah tetep pake bagian ayam yg lain untuk memenuhi selera orang serumah. Seperti pas sayah masak Buffalo Chicken Wings ini, sayah pakek juga paha ayam bawah buat anak2. Tulangnya gede sih, tapi dagingnya jg banyak dan ga susah makannya. Pernah coba resep ini pakek dada ayam, kurang enak kalo menurut selera sayah.
Oya, resepnya nyontek di dari bunda yang rajin posting ini (gak kayak sayah, hehehe)... resep asli disini, sayah modif lagi dikiiiiiit banget :P



Buffalo Chicken Wings
resep asli Ike Hermawan, modified by Ricke Indriani 'Bunda Nadhifa'

Bahan:
500 gram sayap ayam ---ika: pake sayap ayam dan paha ayam bawah

Bumbu perendam:
1/2 buah jeruk nipis, peras airnya
1 siung bawang putih, haluskan
1/2 cm jahe, haluskan ---- ika: suka kalo agak dibanyakin jahenya. selera aja sih
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk

Minyak goreng untuk mengoreng ayam

Saus siram:
1 siung bawang putih, cincang halus ----ika: pake 3 siung
8 sdm saus tomat --- ika: pake 4 sdm pasta tomat dan 3 sdm saus tomat
2 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk ---- ika: 1/2 sdt merica bubuk dan 1/2 sdt pala bubuk
2 sdt gula pasir
3 sdm butter/margarin untuk menumis

Cara membuat:
1. Lumuri ayam dengan jeruk nipis, beri bumbu perendam. Diamkan selama 1 jam agar bumbu meresap (lebih bagus disimpan dalam lemari es). Goreng sayap ayam hingga kecoklatan. Angkat tiriskan. Sisihkan.

2. Panaskan butter/margarin. Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan saus tomat dan kecap manis. Aduk rata. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi rasanya. Bila sudah pas matikan api. Masukkan sayap ayam goreng, aduk cepat hingga merata. Angkat dan sajikan.

Tumis Daun Labu

Dulu ngga pernah tahu kalau daun labu ternyata rasanya enak. Buat di sayur bening, dimasak dengan santan (bobor) atau ditumis. Sampai mantan asisten yang berasal dari Dieng membawakan daun ini -banyak bangettt- 3 tahun yll. Padahal daun ini banyak banget disini. Daerah lembang-parongpung-dsk kan banyak kebun labu siam. So, sebenernya kalo lagi kepingin daun labu, ngga perlu tunggu dioleh2in asisten (yang walaupun ganti2, selalu asalnya dari Dieng) lagi:D
Dari sekian banyak cara mengolahnya, swamih dan anak2ku paling suka kalo ditumis dengan daging giling. Bumbunya minimalis, masaknya cepet, habisnya juga cepet. Jadi menu ini sering banget tersedia di meja makan kami.



Tumis Daun Labu

bahan:
2 ikat daun labu, petik, buang batangnya yg tua, siangi
100 gr daging giling --- bisa diganti fillet ayam cincang atau fillet ikan dori, cincang
1 buah bawang bombay, iris tipis
3 buah bawang putih, iris tipis
1 sdt kecap ikan
merica, gula, garam sesuai selera
sedikit air

cara:
panaskan sedikit minyak dalam wajan
tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum
masukkan daging giling, aduk sampai berubah warna dan matang
masukkan kecap ikan, gula, garam, merica, aduk rata
masukkan daun labu, besarkan api kompor, aduk rata.(aku masukkan batangnya dulu sampai agak layu, baru masukkan daunnya)
masak sebentar saja agar sayur tetap fresh. angkat.
sajikan.

ebi furai


Lebaran tahun ini, jatahnya kumpul2 keluarga besar mamah yang pada jago2 masak semua .Uwakku pinter masak dengan tampilan masakan yg selalu tempting, bibikku yang kalo bikin kue pake ilmu kira2 tapi selalu jadi dan enaaakkk, tanteku yang hobi bikin2 kue ato masakan2 yg modern.. nah, tanteku ini seneng banget berbagi tips masak yang oke2. lebaran taun ini, blio berbagi tips bikin ebi furai supaya ngga melengkung.
Dipraktekkin pas baru balik dari mudik, pas ngga ada asisten. Repot yaaaa... manir2nya itu loh. Tapi seneng, krucilku pada doyan... 1 anak 7 taun dan 2 batita, aku suapi sekaligus abis 20 ekor (+ 4 piring nasi & semangkok gede sayur), heheh..
Oya, bikinnya emang udah lama. tapi baru posting sekarang. Soalnya fotonya blom sempet aku pindah ke PC, kamera udah kebawa honey-bunny-darling ku a.k.a ci ayah dines luar. balik2 udah dipindah ke laptop blio. dan baru ditransfer ke PC di rumah kemaren, hehehe...

Ya sud, langsung resepnya aja yaa....


EBI FURAI

Bahan :
500 gram udang jerbung --- impor dari cirebon, biar fresh :) kalo disini susah cari yg fresh dan gede2 (ada juga mahalll, hehe)..
1 sdt garam
1 sdt lada
jeruk nipis secukupnya

paniran1:
300 gram tepung terigu
2sdm maizena/tepung sagu
1 sdm susu bubuk
1 sdt garam
1 sdt lada

celupan : 200 cc putih telur + 1sdm maizena dicairkan dg sedikit air ** aku selalu pake 'ramuan' ini buat panir2an, dijamin minyaknya ga berbuih. tapi kalo pas ga ada stok putih telur ya pake telur utuh ajah..

paniran 2: tepung panko (bread crumb) secukupnya

Cara membuatnya :
Bersihkan udang, buang kulit dan kepala nya, sisakan ekornya. lalu dikerat-kerat punggungnya (dipotong dengan pisau tapi tidak sampai putus) --- kalo aku sih 'dipijet' udangnya sampe terasa 'krek' punggung udangnya patah tp ga putus. ini tips dari tanteku ituh
Lumuri udang dengan jeruk nipis, garam dan lada, biarkan beberapa jam (masukkan kulkas, makin lama makin meresap bumbunya).

Campur terigu, maizena, susu bubuk, lada, garam dalam wadah terpisah, aduk rata.

Kemudian lumuri/gulingkan udang pada campuran tepung sampai rata (sambil tetap udangnya dipijet2 mesra:D) lalu celupkan ke dalam putih telur, lumuri lagi dengan campuran tepung (lakukan proses ini 2 kali).
Terakhir, celupkan ke putih telur lalu lumuri dengan tepung roti
diamkan dulu di freezer 30menitan spy panirnya nempel,dan goreng hingga berwarna kuning kecoklatan.

Sajikan dengan saus sambal.

** 500gr bisa dapet kurleb 30-40 ebi furai. biasanya kalo buat sekalian banyak spy sekalian berantakan dapurnya, hehe... simpen di wadah kedap, taro di freezer. ntar kalo mau digoreng, diamkan 30 menit dl di suhu ruang, baru digoreng